Realisasi Prodamas Tak Sesuai Harapan, Pembangunan Balai RW Mangkrak

KEDIRI.KABARDAERAH.COM- Pembangunan Balai Rukun Warga (RW) 04 Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri mengalami masalah. Pasalnya, pembangunan tersebut sampai saat ini masih mangkrak belum selesai.

Pembangunan tersebut merupakan alokasi anggaran Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) Pemerintah Kota Kediri. Masyarakat memanfaatkan anggaran Prodamas yang diambil dari 6 RT di wilayah RW 04.

Menurut keterangan dari Ketua RW 04 Mohammad Juri (60), tahun 2017 dalam pengadaan atap balai RW 04 telah memakan anggaran senilai 35 juta rupiah. Namun, dalam pengerjaannya hanya terpasang 10 buah seng di atas bangunan tersebut.

Proyek pembangunan balai RW itu sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu yang diperkirakan pada akhir 2017 sudah bisa dimanfaatkan. Ia menilai bahwa pihak kelurahan terkesan mengulur-ulur pengerjaannya. Sudah beberapa kali melapor, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) hanya memberi janji palsu.

“Janji terus sampai sekarang, sudah ada enam bulan tak ada realisasi. Hari ini tadi saya katakan di kelurahan PPTK-nya itu sudah berani sekali berkhianat. Sebab janji besok, tak ada buktinya. Janji besok lusa tak ada bukti dan keterangannya. Itu yang membuat marah masyarakat,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Senin (29/1/2018).

Pihaknya juga mengaku sempat dilarang untuk menyuarakan perihal pembangunan tersebut saat acara Kopi Tahu bersama Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar di kelurahan setempat.

Pelarangan itu dilakukan dengan dalih bahwa pembangunan balai akan segera diselesaikan dalam waktu dekat. Namun nyatanya setelah beberapa minggu ia menunggu, pembangunan tersebut tak kunjung terealisasi.

“Lek ora tak endek-endeki mas, warga wes demo neng kelurahan. (red. Kalau tidak saya hentikan, pasti warga sudah melakukan demo di kelurahan). Tapi karena saya sangat bekerja sama dengan tokoh-tokoh, ya jangan demo dulu,” kata Juri, sapaan akrab Ketua RW.

Tidak hanya itu, menurutnya banyak realisasi Prodamas yang dihandle Kelurahan Pojok tidak sesuai estimasi dan harapan warga. Di antaranya adalah pengadaan terob (tenda) dan kursi sebagai inventaris RW setempat yang juga tak sesuai harapan.

“Kualitase niku eyak-eyok (red. kualitas barangnya tidak standart), terus pengerjaannya juga lambat,” bebernya.

Mohammad Yusuf (45), warga RT 19 RW 04 Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri juga membenarkan atas balelonya pengerjaan Balai RW tersebut. Pemasangan kap atap yang harusnya telah selesai di tahun 2017 itu, justru hanya terealisasi 30 persen.

“Ya begini mas keadaan bangunannya. Apalagi terkena angin kecang tadi malam, 5 buah seng atapnya terbang terbawa angin,” pungkasnya saat ditemui di lokasi bangunan Balai RW.

(Ais)

Tinggalkan Balasan