JATIM.KABARDAERAH.COM. BLITAR– Setelah beberapa waktu dinyatakan bebas dari wabah, penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) kembali menyerang hewan ternak di Kota Blitar. Wabah ini menjadi perhatian serius karena dapat menular dengan cepat, terutama di kawasan pasar hewan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengungkapkan temuan terbaru terkait penyakit menular yang menyerang hewan ternak di wilayah tersebut. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan di Pasar Hewan Dimoro, petugas berhasil mendeteksi satu ekor sapi yang terjangkit LSD dan tiga ekor sapi lainnya yang terinfeksi PMK.
“Keempat sapi yang terdeteksi penyakit tersebut berasal dari luar Kota Blitar. Kami meminta pemiliknya untuk segera membawa pulang ternak mereka guna menghindari penularan ke sapi lainnya yang ada di pasar,” ungkap Dewi Masitoh pada Senin (30/12/2O24).
Sebagai langkah antisipasi, pihak DKPP langsung melakukan pembersihan di lokasi temuan kasus tersebut, termasuk penyemprotan disinfektan di area sekitar tempat sapi sapi tersebut berada. Langkah ini diharapkan dapat membunuh virus penyebab penyakit dan mencegah penyebarannya lebih lanjut.
Dewi menambahkan, untuk langkah selanjutnya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, mengingat pengelolaan pasar hewan merupakan kewenangan Disperindag.
“Bulan Desember ini, kami juga mencatat ada delapan ekor sapi milik peternak dari Kelurahan Pakunden dan Sentul yang terinfeksi PMK.
Temuan ini semakin menegaskan betapa pentingnya pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan ternak, terutama di pasar hewan,” terang Dewi.
Untuk mencegah meluasnya wabah, DKPP Kota Blitar akan terus memaksimalkan program vaksinasi terhadap penyakit menular, terutama PMK dan LSD.
Dewi juga mengimbau kepada seluruh peternak dan pedagang untuk lebih menjaga kesehatan ternak mereka dan segera melaporkan apabila menemukan gejala penyakit pada sapi-sapi mereka.
“Kami berharap dengan upaya yang terus-menerus dilakukan, penyebaran penyakit ini dapat segera ditangani dan tidak mengganggu sektor peternakan di Kota Blitar,” pungkasnya.
Reporter. Andy












