SURABAYA.KABARDAERAH.COM- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Kohar Heri Santoso angkat bicara terkait temuan Dinkes Kediri terhadap penderita HIV/AIDS mencapai 200 orang pada tahun 2018.
“Pertama akan klarifikasi ke Dinkes Kediri untuk memastikan bagaimana sampai orang ini ketularan karena kita dari aspek kemasyarakatan ingin cek sejauh mana ini supaya tidak meluas pada yang lain lagi,” Ujar Kohar saat di temui di kantornya, Selasa (29/1).
Dikatakan Kohar, pihaknya belum mendapatkan laporan detail terkait data tersebut.
“Apakah stadiumnya sudah pada stadium Aids yang jauh sekali atau pada stadium Hiv yang masih penanganan dengan memberikan obat Antiretroviral (ARV) supaya dia tidak jatuh pada kondisi Aids,” katanya.
Kohar menyebutkan, bahwa peningkatan
AIDS tidak tampak trend dan naik secara signifikan. “Memang ada beberapa daerah-daerah yang kecederanya itu fokus ke postur Hivnya yang ada peningkatan,” ungkapnya.
Kata Kohar, Dinkes Jatim juga akan mengambil langkah bagi mereka yang terkena HIV/AIDS, dan jenis penyakit lainnya.
Menurutnya, pertama yang dilakukan sosialisasi tentang bahaya berbagai penyakit. Kemudian melakukan pemantauan masyarakat yang terkena.
“Kita bisa pengobatan bukan untuk menyembuhkan tapi memberikan supaya dia tidak kepanja kepada kondisi Aids dan tidak berpotensi menular,” terangnya.
Masih kata dia, Dinkes Jatim akan melakukan kordinasi dengan kabupaten atau kota supaya catatan atau record data bisa kita lakukan dengan mengambil langkah-langkah kebijakan yang perlu untuk melindungi masyarakat.
(Her/Syah)












