JATIM.KABARDAERAH.COM. SUMENEP – Dua warga negara asing (WNA) asal Australia, Watt Peter John (63) dan Delves Catherine Winifred (61), kini masih tertahan di Pulau Gili Iyang, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Mereka terdampar setelah yacht yang mereka tumpangi mengalami masalah dan kandas di pesisir pulau yang terkenal dengan julukan Pulau Oksigen ini.
Menurut penuturan Harianto, seorang warga setempat yang kini menampung kedua WNA tersebut di rumahnya di Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, kapal yang mereka tumpangi belum bisa dipindahkan. “Kapalnya belum bisa ditarik ke tengah laut karena air laut belum sampai ke pinggir,” jelas Harianto.
Kapal pesiar kecil yang mereka gunakan juga mengalami kebocoran dan kerusakan pada mesin, yang hingga saat ini masih dalam proses perbaikan.
Harianto menambahkan, “Kami sedang mencari mekanik untuk memperbaiki kapal, dan kami juga harus menunggu air pasang agar kapal bisa dipindahkan dari posisi kandasnya yang terlalu dekat dengan darat.”
Kedua WNA tersebut pertama kali terdampar di Gili Iyang pada Rabu, 29 Januari 2025, sore hari. Sebelumnya, mereka memulai perjalanan dari Australia, dengan tujuan awal menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bali, dan terakhir hendak menuju Kalimantan. Namun, dalam perjalanan tersebut, kapal mereka mengalami kendala teknis, menyebabkan mereka terombang ambing hingga akhirnya kandas di Gili Iyang.
Saat ini, Watt dan Delves masih menunggu bantuan untuk memperbaiki kapal mereka dan kembali melanjutkan perjalanan. Keberadaan mereka di pulau tersebut menjadi perhatian banyak pihak, mengingat Pulau Gili Iyang terkenal karena tingkat oksigen yang tinggi, menjadikannya tempat yang menarik bagi banyak orang yang mencari udara segar dan sehat. Namun, bagi kedua WNA ini, situasi yang dihadapi jauh dari yang mereka harapkan.
Kepolisian setempat terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan bantuan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan kedua turis asing tersebut.
Pewarta. Amiin.












