Nilai Inflasi Lebih Rendah Dari Nasional, Jatim Selalu Dijadikan Rujukan Provinsi Lain. Nasional 3,13 Jatim sebesar 2,86

SURABAYA.KABARDAERAH.COM-Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IV Jatim, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, bahwa nilai inflasi di Jawa Timur selalu lebih rendah di bawah nasional.

Disebutkannya, pada tahun 2018 inflasi Jatim sebesar 2,86 sedangkan nasional 3,13. Bahkan, Provinsi Jatim kerap menjadi rujukan bagi provinsi lain.

“Berkat kepemimpinan Gubernur Jatim Pakde Karwo inflasi Jatim selama 5 tahun terakhir ini sangat baik dan selalu di bawah nasional,” ujar Difi pada acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Jawa Timur di Hotel JW Marriot, Surabaya, Rabu (23/01/2019).

Difi menjelaskan, selama lima tahun kedepan banyak yang harus disiapkan untuk mengendalikan inflasi di Jatim.

“kedepan perlu persiapan untuk mengendalikan inflasi diantaranya peningkatan nilai tambah di petani, integrasi hulu hilir dalam supply chain, serta penggunaan finance technology di sektor pertanian,” tuturnya.

Ditambahkan, ke depan akan dilakukan profiling pada petani maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) agar bisa dikenal oleh perbankan.

“Ini penting dilakukan, karena lembaga keuangan butuh profiling untuk memberikan bantuan pembiayaan pada petani,Jadi kita akan memperbanyak integrasi di sisi hulunya, dengan cara meningkatkan kapabilitas petani dan mengintegrasikan dengan marketplace,” Pungkas Difi.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Gubernur Jatim,Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Kepala Perwakilan 4 OJK Jawa Timur, pejabat di lingkungan BI Jatim, serta pejabat di lingkup Pemprov Jatim.

(Her/Syah)

Tinggalkan Balasan